Status Abadi

Sewaktu kita kecil, orang tua kita selalu mengutamakan kebutuhan dan keinginan kita dengan mengorbankan kebutuhan dan keinginan mereka sendiri. Mulai dari soal makanan, minuman, pakaian sampai waktu istirahat dan kenyamanan mereka sekalipun. Sekarang, setelah kita tumbuh besar dan dewasa, apakah kita memikirkan kebutuhan dan keinginan orang tua kita?

Perintah Di Dalam Al Qur’an

Allah SWT berfirman di dalam surat Al Isra ayat 23-24:

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil

Perintah di dalam ayat-ayat di atas sudah jelas, bahwa pertama-tama Allah SWT memerintahkan agar kita hanya menyembah Allah SWT. Ini adalah prinsip Tauhid, mengesakan Allah SWT di dalam tiap perbuatan kita, sebagaimana Allah SWT juga sudah berfirman di dalam surat Al Bayyinah ayat 5:

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus

Maka perintah penyembahan kepada Allah SWT semata ini bukan saja di dalam bentuk ibadah khusus seperti shalat, puasa, zakat dan haji, melainkan meliputi semua bentuk kegiatan manusia. Oleh karenanya, prinsip tauhid ini juga melandasi perintah berikutnya dalam surat al Isra’ ayat 23-24 ini yaitu berbuat baik kepada kedua orang tua beserta unsur-unsurnya.

Sebab utamanya adalah, karena tiap amal perbuatan yang tidak dilandasi keimanan kepada Allah SWT akan tertolak, tidak akan diterima Allah SWT, sehingga tidak akan ada ganjaran pahala baginya, sebagaimana firman Allah SWT di dalam surat Muhammad ayat 32:

Sesungguhnya orang-orang kafir dan (yang) menghalangi manusia dari jalan Allah serta memusuhi Rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka