Belajar Menjadi Pahlawan

Berkenaan dengan ayat tersebut, Sayyid Quthb memberikan catatan sebagai berikut: “…nash Al Qur’an ini juga memberikan pengarahan kepada kaum muslimin agar istiqomah di atas jalan dan arah mereka yang khusus. Masing-masing kelompok dan golongan mempunyai arah dan tujuan sendiri-sendiri. Dan, hendaklah kaum muslimin berlomba-lomba kepada kebaikan, jangan disibukkan oleh mereka (yang nonmuslim itu).”

Dari catatan tersebut, kita dapat memahami pentingnya memegang teguh kebenaran dengan versi Islam yang berdasarkan Al Qur’an dan Al Hadits, karena orang-orang di luar Islam akan terus berupaya memaksakan kehendak mereka agar kaum Muslimin keluar dari kebenaran Islam. Hanya dengan teguh memperjuangkan kebenaran Islamlah akan tercapai kemaslahatan bagi semua.

Ciri Kedua: Berjuang

Kebenaran Islam sebagaimana di sebutkan di atas selalu diganggu dan diselewengkan oleh orang-orang di luar Islam. Oleh karenanya, diperlukan perjuangan untuk menegakkan kebenaran tersebut. Allah SWT berfirman di dalam surat Al Hujuurat ayat 15: Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar

Berjuang dalam pengertian berjihad ini merupakan salah satu puncak di dalam agama sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلَامُ وَعَمُوْدُهُ الصَّلَاةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْـجِهَادُ فِـي سَبِيْلِ اللهِ.

“…Pokoknya perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad fii sabiilillaah. (HR. Ahmad, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan yang lainnya).

Hanya dengan berjuang atau berjihad kita bisa berharap bahwa kebenaran akan dapat ditegakkan.

Ciri ketiga: Berani

Perjuangan memerlukan keberanian. Tidak merasa gentar meski tantangan yang ada di depan mata terlihat sangat berat. Perhatikanlah firman Allah dalam surat An Naml ayat 33: Mereka menjawab: “Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada di tanganmu: maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan

Ayat di atas adalah kisah tentang jawaban para pembesar negeri Saba’ saat ditanya Ratu Bilqis akan pendapat mereka tentang surat yang datang dari Nabi Sulaiman a.s. Mereka tahu bahwa