Belajar Menjadi Pahlawan

Belajar Menjadi Pahlawan

Setiap kita suka pada Pahlawan. Cerita yang kita dengar dari sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menegakkan Agama Islam serta perjuangan anak-anak bangsa ini dalam merebut kemerdekaannya menjadikan kita sadar bahwa sosok pahlawan hadir dalam tiap situasi besar yang membutuhkan perjuangan, keberanian dan pengorbanan.

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata Pahlawan diartikan sebagai “Pejuang yang gagah berani, orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran.”

Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah sosok pahlawan hanya akan muncul dari situasi peperangan? Apakah di masa sekarang ini, dalam situasi dan lokasi di mana tidak ada perang terbuka, kita masih memiliki sosok pahlawan? Bagi kaum Muslimin pertanyaan-pertanyaan ini menjadi sangat relevan, karena ada anggapan bahwa Pahlawan berarti orang yang banyak pahalanya dan berpeluang besar mendapat surga, sedangkan perang terbuka tidak terjadi di semua tempat.

Ciri-ciri Pahlawan

Dari definisi KBBI tentang pahlawan, kita bisa mengambil beberapa ciri pahlawan. Ciri-ciri ini bisa kita kupas dengan melihat pada sejarah dan pedoman hidup kaum Muslimin, yaitu Al Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Kerangka berfikir ini bisa digunakan, karena Islam adalah agama (Ad Diin) yang telah dinyatakan sempurna oleh Allah SWT. Dengan demikian, segala sesuatunya pasti akan dapat dijelaskan di dalam ajaran Islam.

Ciri-ciri pahlawan berdasarkan definisi KBBI di atas adalah: Berjuang, Berani, Berkorban dan Membela Kebenaran.

Pembahasan mengenai ciri-ciri ini akan dimulai dari tujuan “membela kebenaran” karena tujuan ini menjadi titik tolak untuk ciri-ciri lainnya.

Ciri Pertama: Membela Kebenaran

Dalam kehidupan di dunia ini, seringkali setan mempermainkan manusia dengan memutarbalikkan pandangan tentang benar dan salah. Kadang dengan tipu dayanya, setan berhasil mengelabui manusia sehingga memandang sesuatu yang buruk dan salah menjadi hal yang baik dan benar. Oleh karenanya sangat penting bagi kita untuk selalu berpegang teguh pada kebenaran sejati sebagaimana difirmankan Allah SWT di dalam Surat Al Baqarah ayat 147: “Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu