Mengenalkan Ibadah Pada Anak

 

 

Mengenalkan IBADAH Pada Anak Dengan Cara MENYENANGKAN

Elly Risman, Psi
Direktur, Psikolog dan Trainer Yayasan Kita dan Buah Hati

Namanya juga anak anak.
Pekerjaan utamanya adalah : Bermain. Dengan bermain dia mempelajari dan mengetahui banyak hal sesuai dengan cara kerja otaknya. Ahli mengatakan bahwa dengan bermain anak bisa merepresentasikan masa depannya, terutama dengan bermain peran atau Role Play.

Semua orang tua kalau di tanyakan anak yang bagaimana yang diharapkannya di masa depan, umumnya menjawab anak yang : shalih atau shaliha. Bagaimana ingin mendapatkan anak yang sahilh dan shaliha tanpa mengajarkan mereka beribadah pada Tuhannya? Bukankah tujuan Allah menciptakan kita sebagai makhlukNya yaitu untuk menyembahNya seperti tercantum dalam surah Adz Zariyat 56? : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”

Karena otak mereka masih dalam proses bersambungan, maka tujuan utama kita tersebut harus menyesuaikan diri dengan kenyataan yang ada, kita mengenalkan berbagai bentuk ibadah kepada Allah bukan hanya untuk BISA tapi SUKA, sesuai dengan cara kerja otaknya.

Sebagai seorang Ibu dan Ayah, Anda tahu betul bedanya : Bisa Masak dan Suka masak bukan? Bisa masak yah asal masak dan matang dan bisa di santap, memenuhi kebutuhan. Tapi kalau suka masak? Bukan saja masakan dibuat bervariasi dengan cara memasaknya kadang complicated, tapi juga rela diuji coba berkali-kali sampai rasanya enak dan penampilannya menarik untuk di santap. Kadang-kadang tidak peduli untuk menghasilkannya jumlah uang yang digunakan lebih banyak, waktu lebih lama dan sampai berdampak pada naiknya rekening listrik!

Apa beda mendasar dari bisa masak dan suka masak? Pada yang kedua, melibatkan lebih banyak emosi atau perasaan.
Nah pada anak-anak, seperti semua kita dulu, yang berkembang duluan adalah pusat perasaan. Itu mengapa bila kita ingin berhasil mengenalkan banyak hal pada anak, kita hendaknya tidak mengabaikan kenyataan ini : Lakukanlah dengan cara menyenangkan! Apa lagi kita tidak bisa lupa bahwa anak kita generasi Y, Z, dan seterusnya yang semua hal yang di lihatnya dan di mainkannya ada di genggamannya, dan itu asyik, menantang dan menyenangkan!

Selain itu kita perlu menyadari sepenuhnya bahwa anak-anak kita bukan milik kita. Mereka adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan ke pemiliknya. Mereka dianugrahkan Allah pada kita sebagai bagian dari kenikmatan, kebahagiaan. Tapi Allah juga sudah memperingatkan kita, kalau tidak berhati-hati, sang buah hati ini bisa jadi : Tantangan bahkan Musuh!
Jadi memang diperlukan perjuangan dan pengorbanan : Pikir, Rasa, Jiwa, Tenaga dan Biaya untuk menghasilkan anak-anak sesuai yang ditentukan Allah.

Banyak sekali hal yang perlu kita sadari dan siapkan untuk bisa menghasilkan anak-anak yang suka beribadah, termasuk menyadari tantangan apa saja yang kita hadapi baik dalam diri kita, pada anak-anak dan keadaan di sekitar kita. Karena sesungguhnya tujuan pengasuhan adalah membentuk kebiasaan dan meninggalkan kenangan. Kita ingin agar anak-anak kita jadi ahli ibadah tapi dengan kenangan yang menyenangkan.

Kita genapkan dengan doa, agar anak kita menjalankan ibadahnya bukan karena teriakan dan perintah kita, tetapi karena dia mencintai dan berusaha tunduk dan patuh pada ALLAH nya.

#YayasanKitadanBuahHati
#EllyRismanParentingInstitute