Saring Sebelum Sharing

posted in: Artikel, Rukun Iman, Tips dan Trik | 0

Larangan Berkenaan Dengan Informasi

Berkenaan dengan informasi, ada beberapa larangan yang bisa dipelajari dari surat al Hujurat ayat 12: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

  1. Jangan Berprasangka Buruk  

Prasangka buruk biasanya timbul dari kekurangan informasi atau informasi yang diterima tidak benar sehingga menimbulkan persepsi yang salah. Bisa juga prasangka buruk disebabkan karena ada rasa iri di dalam hati seseorang. Apa pun itu, bila ada seseorang yang terlihat rajin mendirikan shalat, gemar beramal shaleh, baik pada tetangga dan sebagainya, maka tidak patut bagi kita menyimpan prasangka buruk terhadapnya pada saat ada berita yang menjelekkannya.

Rasulullah SAW bersabda,

إِيَّا كُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ وَلاَ تَحَسَّسُوا وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَلاَتَدَابَرُوا وَلاَتَبَاغَضُوا وَكُوْنُواعِبَادَاللَّهِ إحْوَانًا

Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR Al Bukhari dan Imam Muslim)

  1. Jangan Mencari Keburukan dan Memata-matai Orang Lain.

Dalam dunia pergaulan zaman ini, ada kebiasaan untuk mencari tahu kejelekan, aib dan kekurangan orang lain. Informasi ini bahkan bisa dijadikan sumber penghasilan, baik dengan cara memeras maupun dengan cara menjadikannya bagian dari acara hiburan (infotainment).

Sebenarnya, menurut Islam, tahassus (mencari-cari informasi tentang keburukan, kesalahan atau kelemahan orang lain) maupun tajassus (memata-matai orang lain) hukumnya terlarang. Apalagi jika orang yang dicari-cari kelemahannya itu adalah orang yang shalih.

Larangan itu bersifat mutlak sebagaimana disebutkan di dalam hadits di atas, sehingga tidak ada dalih yang membolehkan untuk mencari-cari informasi tentang keburukan orang lain apalagi sampai menyebarluaskannya.

  1. Jangan Bergunjing (Ghibah).

Larangan lainnya berkenaan dengan informasi ini adalah diharamkannya Ghibah. Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa Ghibah adalah membicarakan mukmin lainnya tanpa sepengetahuannya, dengan pembicaraan yang tidak disukainya.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : أَتَدْرُوْنَ مَا الْغِيْبَةُ ؟ قَالُوْا : اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ، قَالَ : ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ، فَقِيْلَ : أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِيْ أَخِيْ مَا أَقُوْلُ ؟ قَالَ : إِنْ كَانَ فِيْهِ مِا تَقُوْلُ فَقَدِ اْغْتَبْتَهُ, وَ إِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدْ بَهَتَّهُ

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: ‘Tahukah kalian apakah ghibah itu?’. Sahabat menjawab: ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui’. Nabi SAW berkata: ‘Yaitu engkau menyebutkan sesuatu yang tidak disukai oleh saudaramu’, Nabi SAW ditanya: ‘Bagaimanakah pendapat anda, jika itu memang benar ada padanya ?’ Nabi SAW menjawab: ‘Kalau memang sebenarnya begitu berarti engkau telah mengghibahinya, tetapi jika apa yang kau sebutkan tidak benar maka berarti engkau telah berdusta atasnya’.

Biasanya seseorang tidak suka jika ada kesalahan, kelemahan atau keburukannya diketahui oleh orang lain. Jika kita memiliki informasi seperti itu, tidak ada hak kita untuk menyebarkannya. Larangan ini tetap berlaku meskipun informasi tersebut benar adanya.