Saring Sebelum Sharing

posted in: Artikel, Rukun Iman, Tips dan Trik | 0

Perintah Berkenaan Dengan Informasi.

  1. Menyampaikan Informasi:

Dari Abdullah bin Amr r.a., bahwa Nabi Muhammad SAW telah bersabda,

بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً

Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Al Bukhari)

Hadits ini pada awalnya berkenaan dengan perintah Nabi Muhammad SAW agar orang-orang yang hadir dalam Khutbah Wada’ menyampaikan kepada orang yang tidak hadir tentang apa-apa yang telah disampaikan oleh beliau. Dengan demikian, aliran informasi di dalam Islam tidak terputus. Di masa-masa berikutnya terbukti bahwa aliran informasi seperti ini merupakan cikal bakal perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat.

Berkenaan dengan isi informasi yang disampaikan, secara tersirat disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW bahwa isi yang disampaikan hendaknya sesuatu yang baik, yang benar dan akan membawa manfaat. Karena sesungguhnya ayat Al Qur’an serta Hadits Nabi Muhammad SAW merupakan informasi yang valid, baik, benar dan bermanfaat.

  1. Mengatakan yang benar.

عَنْ أَبِى ذَرٍّ قَالَ أَمَرَنِى خَلِيلِى -صلى الله عليه وسلم- بِسَبْعٍ أَمَرَنِى بِحُبِّ الْمَسَاكِينِ وَالدُّنُوِّ مِنْهُمْ وَأَمَرَنِى أَنْ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ دُونِى وَلاَ أَنْظُرَ إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقِى وَأَمَرَنِى أَنْ أَصِلَ الرَّحِمَ وَإِنْ أَدْبَرَتْ وَأَمَرَنِى أَنْ لاَ أَسْأَلَ أَحَداً شَيْئاً وَأَمَرَنِى أَنْ أَقُولَ بِالْحَقِّ وَإِنْ كَانَ مُرًّا وَأَمَرَنِى أَنْ لاَ أَخَافَ فِى اللَّهِ لَوْمَةَ لاَئِمٍ وَأَمَرَنِى أَنْ أُكْثِرَ مِنْ قَوْلِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ فَإِنَّهُنَّ مِنْ كَنْزٍ تَحْتَ الْعَرْشِ

Dari Abu Dzar r.a., ia berkata, “Kekasihku Rasulullah SAW memerintahkan tujuh hal padaku: (1) mencintai orang miskin dan dekat dengan mereka, (2) beliau memerintah agar melihat pada orang di bawahku (dalam hal harta) dan janganlah lihat pada orang yang berada di atasku, (3) beliau memerintahkan padaku untuk menyambung tali silaturahim (hubungan kerabat) walau kerabat tersebut bersikap kasar, (4) beliau memerintahkan padaku agar tidak meminta-minta pada seorang pun, (5) beliau memerintahkan untuk mengatakan yang benar walau itu pahit, (6) beliau memerintahkan padaku agar tidak takut terhadap celaan saat berdakwa di jalan Allah, (7) beliau memerintahkan agar memperbanyak ucapan “laa hawla wa laa quwwata illa billah” (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah), karena kalimat tersebut termasuk simpanan di bawah ‘Arsy.” (HR. Ahmad)

Hadits yang panjang di atas menceritakan banyak hal. Salah satu diantaranya, yaitu perkara nomor 5, menyatakan perintah Rasulullah SAW untuk menyampaikan kebenaran meski kebenaran itu terasa pahit atau menyakitkan bagi yang mengatakannya.

Keharusan menyampaikan kebenaran ini merupakan aturan baku. Meski demikian, untuk teknis penyampaiannya bisa saja dimodifikasi sedemikian rupa hingga tidak terlalu menyakiti pendengarnya atau pembawanya.

Dalam menyampaikan berita duka misalnya, kadang harus didahului dengan nasehat untuk bersabar, atau nasehat untuk mengingatkan orang-orang akan kefanaan makhluk dan keabadian Sang Khalik. Hal ini terjadi pada saat penyampaian berita tentang wafatnya Nabi Muhammad SAW. Ada sahabat yang tidak mau mempercayai berita wafatnya beliau, sehingga perlu disampaikan ayat Allah SWT untuk mengingatkannya.