Saring Sebelum Sharing

posted in: Artikel, Rukun Iman, Tips dan Trik | 0

Nilai Gizi Informasi

Sejalan dengan kebutuhan makhluk hidup akan asupan makanan yang bergizi, mestinya demikian juga dengan kebutuhan akan informasi. Kita memerlukan informasi yang bergizi.

Analoginya bisa disederhanakan dengan makanan yang kita makan sehari-hari. Untuk menjamin agar tubuh kita memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas, maka kita memerlukan asupan makanan yang memiliki kandungan gizi tertentu. Selain itu, kita juga perlu menghindarkan diri dari asupan makanan beracun yang akan merugikan tubuhkita, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Demikian halnya dengan kebutuhan kita akan informasi. Kita membutuhkan informasiyang bergizi. Informasi yang mengandung nilai kebenaran dankebaikan agar bisa menjadi nutrisi berharga bagi mental dan spiritual kita.

Apabila informasi yang kita dapatkan buruk, bahkan beracun, misalnya informasi yang tidak benar dan tidak baik (contohnya hoax), maka besar kemungkinan secara mental dan spiritual kita akan teracuni. Misalnya ada hoax tentang perilaku buruk seorang Ustadz. Jika kita menerimanya sebagai kebenaran, kita mungkin akan berprasangka buruk terhadap Ustadz tersebut. Lebih buruk lagi bila prasangka buruk itu duperluas menjadi ke seluruh Ustadz, atau bahkan menjadi sentiment anti-agama.

Tinjauan Agama

Islam memandang kebutuhan akan informasi ini sebagai sesuatu kebutuhan yang harus dipenuhi. Kisah Nabi Sulaiman a.s. dan Burung Hud-hud di atas mengajarkan perlunya informasi yang baik dan benar. Juga informasi yang difahami dan diyakini manfaatnya. Berkenaan dengan informasi ini, Islam memberlakukan dua hal: perintah dan larangan.