Saring Sebelum Sharing

posted in: Artikel, Rukun Iman, Tips dan Trik | 0

Saring Sebelum Sharing

Media Sosial (medsos) bukan lagi barang mewah atau wilayah elit yang hanya bisa dijangkau oleh orang-orang tertentu. Sesuai dengan namanya, medsos kini sudah menjadi area umum. Pada sebagian besar kasus, siapa pun bisa turut andil di dalamnya. Oleh karenanya tidak heran bahwa informasi yang berseliweran di area ini juga bercampur baur, tidak selalu jelas baik buruknya atau pun benar salahnya.

Dengan kondisi demikian, ada pendapat bahwa setiap orang yang ingin membagikan sesuatu (sharing) di area ini haruslah memiliki kemauan dan kemampuan untuk meneliti apakah sesuatu yang akan di sharing tersebut baik dan benar. Haruskah demikian?

Kebutuhan Akan Informasi

Dalam abad 20 yang lalu, para ahli sudah menyusun berbagai teori tentang kebutuhan hidup manusia. Teori Motivasi terkenal semacam Teori Kebutuhan Hirarkis Maslow, tidak secara tegas menyebutkan adanya kebutuhan akan informasi sebagai bagian dari kebutuhan manusia. Dalam perkembangannya, berkenaan dengan proses di dalam organisasi, komunikasi sebagai suatu bentuk pertukaran informasi mulai dikenali dan diakui peranannya.

Sebenarnya, jauh sebelumnya manusia sudah diajarkan oleh Allah SWT untuk mengetahui pentingnya peran informasi ini. Simak saja kisah Nabi Sulaiman a.s. dengan Burung Hud-hud sebagaimana dikisahkan di dalam Al Qur’an surat an Naml ayat 20 – 27.

Beberapa hal penting dalam kisah tersebut dapat kita baca di dalam ayat ke 20-22: “Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: ‘Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang’. Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: ‘Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini’.”

Hal penting itu adalah bahwa:

(1) Nabi Sulaiman a.s. memerlukan informasi atas ketidakhadiran Burung Hud-hud di antara barisan burung

(2) Burung Hud-hud datang membawa informasi bagi Nabi Sulaiman a.s. sebagai alasan keterlambatannya.

Pada zaman sekarang ini, informasi makin jelas kedudukannya. Informasi kian menjadi suatu bentuk kebutuhan. Posisi peran informasi saat ini pun bukan sekedar untuk dijadikan konsumsi tapi juga untuk menjadi komoditi yang dapat diperdagangkan. Dalam pergaulan, informasi juga bisa menjadi pelicin atau bumbu pergaulan.