Haruskah THR Dikeluarkan Zakatnya

posted in: Artikel, Muamalah | 0

 

 

Haruskah THR Dikeluarkan Zakatnya

– Bagi mereka yang sudah bekerja lama dalam sebuah perusahaan, instansi atau lembaga tentu sering mendapatkan bonus diluar gajinya sebagai seorang karyawan. Apakah bonus itu kecil, sedang bahkan berlipat-lipat dari gaji yang didapatkan tiap bulannya.

Ada pula THR (Tunjangan Hari Raya). Tunjangan yang diberikan tiap setahun sekali ini jumlahnya kadang bervariasi. Biasanya tergantung dari berapa lama sang pekerja/karyawan “mengabdikan” dirinya. Ada yang mendapatkan THR senilai gaji yang dia dapatkan tiap bulannya atau bahkan berlipat ganda.

Ketua Biro Kepatuhan Syariah (BKS), Mohamad Suharsono mengatakan bahwa hal ini sering timbul pertanyaan, apakah bonus, THR tersebut harus dizakatkan seperti zakat penghasilan yang didapat tiap bulannya? Jika iya, bagaimana ketentuan dalam mengeluarkan zakat dari bonus atau THR yang telah diterima.

“Untuk hal ini, bonus atau THR yang didapatkan, bisa digabung dengan gaji untuk kemudian kita keluarkan zakatnya. Karena bonus atau THR termasuk dalam kategori income atau pendapatan. Tentu saja jika penjumlahan tersebut telah mencapai nishab dalam hitungan rata-rata,” kata Suharsono di ruang kerjanya, Kamis (8/6/2017).

Jika sudah mencapai nishabnya, kata Suharsono, maka kita wajib mengeluarkan zakat 2,5% pada saat menerima. Untuk hitungan nishab adalah senilai harga 653 kg beras, sekitar Rp 6.530.000 (hitungan beras Rp 10.000/kg). Jika gaji, bonus dan jumlah bonus yang didapatkan lebih dari nishab atau sama maka dia berhak mengeluarkan zakat 2,5% nya.

Lalu, bagaimana dengan THR? Sama halnya dengan bonus, maka THR pun juga bisa kita hitung zakatnya sesuai ketentuan nishab yang berlaku. Zakat dikeluarkan sebelum dibelanjakan sehingga harta yang digunakan untuk keperluan sehari-hari sudah bersih.

Contoh: “Seorang karyawan gaji bulanannya Rp 6.000.000, pada bulan tersebut dia menerima bonus Rp 2.000.000 serta THR senilai sama dengan gaji tiap bulannya”. Penghitungannya, adalah sebagai berikut;

Gaji bulanan : Rp 6.000.000
Bonus : Rp 2.000.000
THR : Rp 6.000.000
Total : Rp 14.000.000 x 2,5% = Rp 350.000

Karena dihitung penghasilan bulan itu melebihi nishab, maka dia mengeluarkan zakat pada bulan tersebut senilai Rp 350.000. Mari, segera bersihkan harta kita agar suci dan barokah serta membantu orang lain yang membutuhkan.

(IZI/Arjuna/Jakarta)
Kamis, 08 Jun 2017
JAKARTA (IZI News)