Siapa sih Allah?

posted in: Kajian, Ketauhidan, Rukun Iman | 0

Siapa sih Allah, kita bertanya.

Di dalah Qur’an surat Al-baqarah ayat 163 dan164

وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ

Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
Asal mula turunnya qur’an surat Al-baqarah ayat 163 dan 164 adalah pertanyaan dari umat kafir quraish ketika Nabi Muhammad mengajak untuk bertauhid dan menyembah Allah. Allah menurunkan ayat ini untuk menunjukan bahwa Allah adalah Tuhan yang Esa atau satu dan Allah juga menjelaskan sifat yang sangat mulia yaitu bahwa tidak ada yang berhak untuk disembah selain Dia dan Dia adalah arrahman, arrahim. Ketika seorang tahu bahwa Tuhannya Arrahman, Arrahim atau yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, maka hamba tersebut akan merasa tenang karena ada jaminan kasih sayang. Dianalogikan pada seorang yang kali pertama masuk kerja di suatu perusahaan. Kemudian dijelaskan pada karyawan baru tersebut bahwa atasanya adalah seorang yang baik perangainya maka karyawan baru tersebut tentunya akan merasa aman dan tenang dengan informasi tersebut, persepsi positif akan muncul dalam diri karyawan baru tersebut. Tentu akan berbeda perasaan, rasa, persepsi atau prasangka bila diawal bekerja diinformasikan bahwa atasan karyawan tersebut adalah seorang galak dan buruk perangainya, maka akan timbul perasaan yang tidak nyaman dalam bekerja, merasa takut dalam bekerja.

Begitulah Allah memberikan jawaban bagi hamba yang bertanya, Allah menjelaskan dengan sangat jelas maksudnya dan menenangkan, tidak ada dosa bawaan dan apabila kita ada urusan atau pernah berbuat dosa dengan Allah, Allah ampuni kalau kita bertaubat.
Al-quran dimulai dengan basmalah yang artinya dengan nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang supaya kita tahu bahwa isi Al-qur’an adalah rahmat Allah SWT semuanya.
Dengan penjelasan-penjelasan tersebut orang-orang kafir quraish meminta bukti kepada Muhammad bahwa Allah itu Esa dan Arrahman, Arrahim. Allah menjawab dalam ayat selanjutnya yaitu QS. Al-baqarah ayat 164. Allah menerangkan tentang penciptaan langit dan bumi.

Orang-orang kafir quraish kalau ditanya siapa pencipta langit dan bumi, akan menjawab Allah, mereka tidak bisa menyangkal kebenaran tersebut. Dikisahkan oleh Umar bin Khotob, orang kafir quraish kalau sedang dalam perjalanan dan hendak beribadah maka mereka akan mencari batu untuk disembah, apabila mereka menemukan batu lain yang lebih bagus mereka akan mengambil yang lebih bagus untuk disembah dan meninggalkan yang lama, apabila tidak menemukan batu maka pasir, pasir ditumpuk sehingga membentuk gundukan kemudian mereka peras susu digundukan pasir tersebut kemudian mereka tawaf mengelilingi pasir tersebut. Dengan kebiasaan tersebut dalam beribadah, mereka tahu bahwa bukan batu atau pasir itu yang menciptakan langit dan bumi karena mereka sendiri yang membentuk benda-benda tersbut untuk beribadah.
Bukti pertama yang Allah sajikan adalah berkaitan dengan penciptaan.
Dengan memahami ketauhidan yang benar, hendaknya kita berhati-hati dalam setiap ucapan dan pernyataan. Contoh kadang kita sering mendengar kata-kata dewi pertiwi, atau bumi pertiwi. Pertiwi adalah sebutan dari kalangan non-muslim untuk menyebut tuhan penguasa bumi, maka hendaknya kita yang meyakini Allah maha esa meninggalkan perkataan atau pernyataan yang berlawanan dengan keyakinan atau ketauhidan yanh diterima Allah SWT.
Kisah Nabi Ibrohim ketika debat dengan Raja Namrud. Ibrohim mengatakan Tuhanku yang menghidupkan dan mematikan, dengan perkataan itu Raja Namrud memerintahkan untuk membawa dua tahanan. Tahanan yang satu dibunuh atau dimatikan oleh Namrud dan Tahanan yang kedua diampuni oleh Namrud sehingga tidak dimatikan atau dibunuh. Kemudian Namrud mengatakan bahwa dia juga bisa menghidupkan dan mematikan. Dengan sikap tersbut Nabi Ibrohim tidak lantas mendebat Namrud lagi akan tetapi dia menjelaskan bahwa Tuhan Ibrohim bisa menerbitkan matahari dari timur dan menenggelamkan di barat. Kemudian Nabi Ibrohim menantang Namrud untuk menerbitkan matahari dari barat maka tidak ada satupun yang mampu menerbitkan matahari kecuali Allah.

selengkapnya silakan tonton videonya

atau

Download video disini