Batas Maksimal dan Minimal Haid (Syariat dan Medis)

posted in: Artikel, Fiqih Wanita, Kemuslimahan | 0

 

 

 

Batas Maksimal dan Minimal Haid (Syariat dan Medis)

Secara medis waktu lamanya haid bisa memanjang atau memendek karena gangguan hormon atau penyakit. Misalnya normal haid itu 3-7 hari, maka bisa memanjangan lebih dari 7 hari atau kurang dari 3 hari.
Berikut istilahnya:

-Menoragi: haid memanjang dari normal

-Brakimenore: Haid memendek dari normal

Pendapat yang rajih adalah TIDAK ADA batasan  maksimal dan minimal haid, dan ini juga didukung oleh fakta secara medis.

Dengan alasan:

1.Syariat tidak menetapkan angka pasti lama waktunya

Karena haid adalah masalah yang sangat umum sekali, pasti syariat menjelaskan jika memang ada batasan lamanya

2.Syariat menetapkan illat/alasan bersih haid yaitu bersih dari “kotoran”, kapan bersih darah haid, itulah masa berhentinya haid

3.Ulama berselisih pendapat batasannya dengan angka yang tidak konsisten

Ibnu Taimiyyah berkata,

“Mengenai Haid, Allah mengaitkan banyak hukum yang berlaku ketika haid. Allah tidak memberikan batasan Baik  minimal dan maksimal.
Di antara ulama, ada yang menetapkan batas masa haid maksimal dan minimal. Namun mereka berbeda pendapat tentang berapa rincian batas tersebut. Ada pula ulama yang memberi batas maksimal masa haid, namun tidak memberi batas minimal masa haid.
Dan pendapat ketiga  yang lebih benar, bahwa tidak ada batas minimal dan tidak ada batas maksimal masa haid.”[5]

Allah menjelaskan Haid adalah “kotoran” ketika kotoran itu telah berhenti  dan suci dari kotoran itulah berhentinya haid dan diperbolehkan melakukan syariat shalat dan puasa.

‘Aisyah diperintahkan suci dari kotoran baru boleh manasik haji dan tidak ditetapkan batasan harinya.

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen