Apakah bergerak 3 kali bisa membatalkan sholat?

posted in: Fiqih Wanita, Kajian, Rukun Islam | 0

 

 

 

APAKAH BERGERAK 3 KALI BISA MEMBATALKAN SHOLAT?
.
Terdapat banyak dalil yang menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan gerakan yang bukan termasuk gerakan shalat, seperti menggendong cucu beliau, memindahkan orang, melepas sandal, membukakan pintu, bergerak maju, dan yang lainnya.

?Dari Abu Qotadah radhiyallahu ‘anhu menceritakan,
.
Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat sambil menggendong Umamah putri Zainab bintu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apabila beliau sujud, beliau letakkan Umamah, dan apabila beliau bangkit, beliau menggendongnya. (HR. Bukhari 516, Muslim 543, dan yang lainnya).

? Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menceritakan,
.
”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat malam, kemudian aku ikut shalat bersama beliau. Aku berdiri di sebelah kiri beliau, lalu beliau memegang kepalaku dan memindahkanku ke sebelah kanan beliau.” (HR. Bukhari 699, Muslim 763 dan yang lainnya).

? Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma,
.
“Saya menyediakan air untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beliau berwudhu dan memakai sarung. Kemudian aku berdiri (jadi makmum) di sebelah kiri beliau, kemudian beliau memindahkanku ke sebelah kanannya. Lalu datang orang lain, dan dia berdiri di sebelah kiri beliau, ternyata beliau malah maju dan melanjutkan shalat.” (HR. Ibnu Khuzaimah no. 1536)

Bisa dipastikan, gerakan yang beliau lakukan lebih dari 3 kali. Sementara beliau sama sekali tidak membatalkan shalat yang sedang beliau kerjakan. Semua ini dalil bahwa gerakan di luar shalat yang lebih dari 3 kali, tidak membatalkan shalat.

Kapan gerakan itu bisa membatalkan shalat ❓ ?Imam Ibnu Al-Utsaimin menjelaskan bahwa gerakan selain bagian dari shalat, yang dilakukan ketika shalat tidak secara MUTLAK bisa MEMBATALKAN shalat. Gerakan itu terhitung membatalkan shalat jika terpenuhi beberapa syarat.
✔Sering
✔Bukan bagian dari gerakan shalat
✔Tidak ada kebutuhan mendesak
✔Berturut-turut, artinya tidak terpisah.
(As-Syarh al-Mumthi’, 3/354)

Allahu a’lam ? Ustadz Ammi Nur Baits
.
@fiqihwanita_